Satu halaman, dari nyaring saham sampai jual. Biar kalau saya lupa, tinggal buka ini. Angkanya saya ambil langsung dari config.json dan kode di VPS per 30 September 2026, bukan dari ingatan — soalnya beberapa kali saya salah ingat sendiri.
Tiap bulan, tanggal 28 jam 06:00 (1 Okt 2026). Dulu 4Γ setahun β 15 April plus 28 Mei/Agustus/November β tapi begitu keanggotaan screening jadi syarat boleh-tidaknya beli, daftarnya enggak boleh basi berbulan-bulan. Waktu aturan itu dipasang, watchlist masih dari 22 Agustus dan jadwal berikutnya 28 November. Laporan keuangannya sendiri tetap kuartalan, tapi PBV dan dividend yield bergerak ikut harga.
| Saringan | Ambang | Sifat |
|---|---|---|
| Laba positif berturut | 5 tahun | keras |
| Dividen berturut | 3 tahun | keras |
| Rata-rata dividend yield 3 th | >0% | keras β diturunkan dari β₯1% pada 1 Okt 2026, biar saham seperti MAPI ikut masuk |
| ROE | >5% | keras |
| PBV | <3 | keras |
| Free cash flow | >0 | keras |
| DER | ≤2,5x | keras — satuannya kali, bukan persen. Energi/tambang ≤3,0x; sektor keuangan dilewati sama sekali (bank memang berutang) |
| Payout ratio | <70% | penanda saja saham dengan payout 85% tetap masuk, cuma dicatat |
Ambang di watchlist 1%. Yang 3% itu patokan saya sendiri sebelum benar-benar beli (bareng RSI <50 yang mulai naik). Jadi itu lapisan keputusan manual, bukan saringan sistem. Saya sempat salah ingat soal ini.
Hasil jalan pertama setelah semua kriteria digabung (22 Ags 2026): 175 → 126 saham. Laporan keuangannya sendiri dicek mingguan Sabtu, terpisah dari screening ini, dan sejak 27 Sep 2026 jalan diam-diam — hasilnya cuma ngisi arsip, enggak kirim pesan sendiri.
Saya nanya: kalau watchlist enggak dipakai buat kandidat RSI Buy, lalu apa gunanya? Ternyata jawabannya ada di sisi portfolio, bukan di sisi beli.
| Posisi | Modal | Hasil bersih | Rugi belum nyata | |
|---|---|---|---|---|
| Lolos screening fundamental | 106 | Rp309,3 jt | β4,9% | βRp32,6 jt |
| Tidak lolos screening | 116 | Rp296,0 jt | β15,9% | βRp71,3 jt |
Modalnya hampir sama besar (49% vs 51%), tapi 69% kerugian belum nyata ada di sisi yang enggak lolos dan kinerjanya tiga kali lebih buruk. Ini korelasi, bukan bukti sebab-akibat β tapi arahnya masuk akal: kriteria yang gugur umumnya laba, dividen, FCF, DER, bukan harga. PBV satu-satunya yang berbasis harga, dan harga yang jatuh justru mempermudah lolos PBV. Sebagian juga saham yang saya beli di awal, sebelum screening ini ada.
Jadi sejak 1 Okt 2026 watchlist dipakai sebagai penanda di dua arah, bukan penyaring:
β οΈ di luar screening fundamental terakhir β menyambung langsung ke keputusan jual dan ke daftar sumber kas.Ambang dividennya juga saya samakan dengan RSI Buy: dari β₯1% jadi >0%, karena ada saham fundamental bagus yang dividennya kecil tapi layak ditradingkan (MAPI misalnya). Syarat dividen 3 tahun berturut tetap, jadi “>0%” otomatis terpenuhi oleh adanya dividen itu sendiri. Keanggotaan baru berubah saat screening berikutnya jalan.
Ini yang paling gampang bikin saya keliru. Kandidat masuk enggak diambil dari 126 saham watchlist, tapi dari saringan mutu TradingView langsung: harga ≥Rp50, nilai transaksi ≥Rp1 M/hari (rata-rata 10 hari), mcap ≥Rp1 T, float cukup, PSR dan DER masuk akal, dan ada riwayat lapkeu. Watchlist fundamental dipakainya di bandarmologi harian.
| Syarat | Isinya |
|---|---|
| Udah di zona lemah | min(RSI hari ini, kemarin, 2 hari lalu) ≤ 40 — dasar tiga hari, bukan RSI hari ini saja. Jadi saham yang mantul dari 32 ke 41 tetap kena. |
| Mulai balik naik | RSI naik 1 kali, minimal 0,05 poin biar yang datar enggak kehitung. Dihitung dari penutupan resmi, bukan bar berjalan. |
| Belum saya pegang | Sejak 30 Sep 2026 saham yang saya pegang dibuang dari daftar ini — semua keputusan soal posisi yang udah ada pindah ke Rencana. Sisa di bawah 1 lot tetap dihitung “enggak dipegang”. |
| Valuasi | π΄ overvalue disembunyikan. βͺ fair tetap muncul — undervalue bukan syarat buat tampil. |
| Dividen | Yang belum pernah bagi dividen disembunyikan (30 Sep 2026). Yang pernah bagi terus berhenti tetap muncul, lengkap dengan tahun terakhirnya. |
Analisa bandar cuma buat kandidat di sini, enggak ada laporan bandarmologi terpisah lagi — yang Senin & Rabu itu saya matikan 21 Sep 2026 karena makan Β±100 permintaan NeoBDM per jalan.
Dasarnya angka portfolio saya sendiri: 116 posisi di luar screening membawa modal Rp296 jt dengan hasil −15,9%, sementara 106 posisi yang lolos membawa Rp309 jt dengan hasil −4,9%. Modal hampir sama, tapi 69% kerugian ada di sisi yang enggak lolos. Jadi untuk beli baru harus lebih ketat.
Saran beli cuma muncul kalau lolos screening fundamental DAN undervalue (diskon ≥15%). Kalau salah satu gagal, sahamnya tetap ditampilkan β biar saya tetap lihat apa yang bergerak β tapi barisnya berubah:
β‘οΈ Kalau dibeli: Stockbit Long (dividen 6.2%/th)
β Bukan kandidat beli baru β belum undervalue (diskon < 15%)
β Bukan kandidat beli baru β belum lolos screening fundamental
β Bukan kandidat beli baru β belum lolos screening fundamental dan belum undervalue (diskon < 15%)
Posisi yang sudah ada tidak dilabeli ulang. Yang terlanjur salah beli diurus lewat program penyelamatan, bukan dengan buru-buru cut loss β kategori Long/Trading/Spekulatif-nya tetap seperti sekarang, karena kategori itu yang menentukan aturan jual dan avg down, dan 94 posisi akan berubah perilakunya serentak kalau dilabeli ulang.
Kandidat = undervalue (diskon ≥15%) + fundamental bersih (enggak ada satu pun poin pengurang) + dividen >0. Cuma mereka yang dapat tambahan: π¦ analisa bandar NeoBDM, π posisi terhadap rentang 52 minggu, π¦ konsolidasi + lonjakan volume, π€ orang dalam beli, π saham baru terbit, π rilis lapkeu — masing-masing pakai tanggal kejadiannya.
Bentuknya 1 : 1,5 : 2,5 : 5 satuan, selalu 4 tahap. Satu satuan = maks(Rp1 juta, harga 1 lot). Jadi saham mahal satuannya ikut naik, enggak dipaksa muat Rp10 juta — kalau memang butuh Rp20-an juta ya enggak apa-apa.
| Contoh | 1 lot | Tahap 1 | Tangga penuh | Riil sesudah dibulatkan ke lot |
|---|---|---|---|---|
| CSRA Rp690 | Rp69 rb | Rp1,0 jt | Rp10,0 jt | Rp9,9 jt |
| GGRM Rp17.125 | Rp1,71 jt | Rp1,7 jt | Rp17,1 jt | Rp14,9 jt |
| ITMG Rp25.050 | Rp2,51 jt | Rp2,5 jt | Rp25,1 jt | Rp21,8 jt |
Saya nanya soal BBHI: pemicu −10% kena, fundamentalnya lolos, tapi harganya 104% di atas nilai wajar — kok malah disuruh nambah? Ternyata memang enggak konsisten: RSI Buy nyembunyiin overvalue, tangga jual malah nyuruh lepas di premium ≥20%, tapi avg down tetap nawarin beli. BBHI hari itu muncul dua kali di satu pesan: di daftar “di atas nilai wajar tapi rugi” dan sebagai “AVG DOWN Rp8,0 jt”.
Sebabnya umur aturannya beda-beda. Avg down itu yang paling tua, dibikin waktu nilai wajar belum dipakai buat apa pun; yang nambahin nilai wajar belakangan cuma nyentuh daftar pantau (21 Sep) dan sisi jual (29 Sep). Ditambah lagi syarat “fundamental lolos” itu layak_tambah() yang cuma ngecek laba positif dan enggak ada tanda rusak — bukan murah-mahal.
Sekarang yang π΄ overvalue (premium ≥15%) enggak disaranin avg down, tapi tetap muncul sebagai info “AVG DOWN ditahan” lengkap dengan premiumnya. Ongkosnya kecil: dari 30 posisi yang lolos pemicu, 22 undervalue dan 5 fair — cuma 3 yang keblokir (BBHI, BBCA, BOLT).
Cuma buat portfolio Long, waktu harga udah di atas harga rata-rata tapi sahamnya masih di bawah nilai wajar. Ukurannya mengecil, soalnya tiap tambahan naikin harga rata-rata saya.
| Syarat | Ambang |
|---|---|
| Sinyal RSI | ≤50 lalu mulai naik — beda dari entry & avg down yang ≤40 (1 Okt 2026). Level reset episode ikut naik ke 60. |
| Dividend yield | >5% — jaring pengaman kalau harganya jadi kemahalan terus koreksi dalam |
| Ukuran menurut diskon | ≥30% → 1 satuan · 20–30% → 0,7 · 10–20% → 0,4 · <10% berhenti |
| Jarak dari pembelian terakhir | minimal +5%, biar enggak nyicil tiap hari selama sinyalnya bertahan |
| Batas total | 5 satuan selama harga di atas rata-rata — separuh anggaran saya simpan buat kalau harganya balik turun |
| Penjaga harga rata-rata | ditahan kalau tambahannya bikin avg lewat 80% nilai wajar |
| Harga vs rata-rata | harga harus ≥ harga rata-rata β ini yang bikin namanya βupβ. Posisi rugi jalurnya avg down; tanpa syarat ini posisi Long yang rugi tapi belum turun 10% bakal nyelip dan ambang avg down jadi percuma |
| Valuasi | undervalue, diskon ≥15% β sama kayak beli baru dan avg down |
| Fundamental | laba positif, lapkeu enggak merah |
| Screening fundamental | wajib lolos (1 Okt 2026). Avg up memasukkan uang BARU ke posisi yang udah untung β sifatnya sama dengan beli baru, bukan penyelamatan. Yang di luar screening tetap boleh di-avg down kalau turun, cuma enggak dikejar ke atas; mereka muncul di blok βΈοΈ AVG UP ditahan |
Saya nanya: avg up harus nunggu RSI mulai naik dan di bawah 40 juga? Dulu iya — cabangnya nempel di sinyal yang sama dengan entry. Masalahnya logikanya beda: entry nyari saham yang jatuh terus mulai pulih, sedangkan avg up buat saham yang sedang naik dan masih murah. Nunggu RSI balik ke 40 berarti hampir selalu kehilangan kesempatan nambah di pemenang yang masih diskon 40–50%.
Datanya: dari 25 posisi Long yang udah lolos semua syarat avg up lainnya, yang RSI-nya ≤40 cuma 5; yang ≤50 ada 15 — termasuk MPMX (DY 16,7%), PSAB (19,6%), SPTO, UNIC, TUGU. Angka 50 juga patokan saya sendiri 8 Sep 2026: “yield >3%, RSI <50 mulai naik”.
Syarat “mulai naik” tetap, biar enggak nambah di tengah lonjakan vertikal — ULTJ dengan RSI 77,8 tetap enggak lolos. Avg down dan entry tetap ≤40.
Kalau saya pernah jual separo dan belum beli balik: disaranin waktu sinyal RSI nyala dan harga ≥10% di bawah harga jual saya. Jumlahnya dari tangga, bukan sebanyak lembar yang dijual.
Email Trade Confirmation saya forward ke alamat khusus, terus email_poller.py baca lewat IMAP, proses baris transaksinya, dan update avgdown_watch.json (Stockbit) plus data/avgdown_mirae.json (Mirae) di VPS. Dari berkas itu harga rata-rata, pembelian terakhir, dan uang yang udah masuk dihitung — semua tahap dan jatah tangga nempel di situ.
30 Sep 2026 saya lapor “TOWR di Mirae saya beli, bukan jual” — dan memang salah baca. Satu PDF Mirae bisa berisi BUY INVOICE dan SELL INVOICE sekaligus; parser lama mengecek kata “SELL INVOICE” atas seluruh dokumen, jadi keempat barisnya ikut ditandai jual. Akibatnya TOWR 5.200 lbr tercatat jadi 1.400.
Sekarang arah dibaca per bagian: tiap penanda invoice mengganti arah untuk baris-baris di bawahnya. Stockbit tidak kena masalah ini karena arahnya dari kolom Buy/Sell per baris. Tiap baris yang terbaca juga dicatat di log lengkap dengan arahnya, biar salah baca berikutnya ketahuan tanpa bongkar email.
Kalau koneksi IMAP-nya ngadat sebentar, dicoba ulang 3 kali (jeda 5 dan 20 detik) sebelum jadi peringatan. Peringatannya juga nyebut ini cuma gangguan sesaat atau udah 3 jalan gagal berturut-turut, biar saya enggak panik untuk sesuatu yang pulih sendiri.
Dua hal kerja bareng: rem biar saya enggak jual kemurahan, dan tangga jual biar enggak lepas sekaligus di satu angka model.
Sinyal RSI jual enggak jadi saran jual kalau harganya masih ≥15% di bawah nilai wajar. Remnya dicabut kalau fundamentalnya rusak, dan untuk Spekulatif juga kalau katalisnya udah enggak ada. Yang ketahan tetap dicetak sebagai info, jadi saya masih lihat sinyalnya.
| Kategori | Mulai lepas | Habis |
|---|---|---|
| Trading | β waktu harga nyampe nilai wajar | Β½ sisa di +10%, semuanya di +20% atau pas sinyal RSI jual |
| Spekulatif | Β½ waktu nyampe nilai wajar | semuanya di +10% |
| Long | enggak dijual di nilai wajar; β waktu premium ≥15% | semuanya di premium ≥25%, atau β kalau yield-nya turun <3% |
Tangga jual dipicu premium terhadap nilai wajar — enggak butuh RSI sama sekali. Sinyal RSI jual (RSI pernah >70 lalu turun 2×) jalur terpisah, dan untuk Trading dia menjual seluruh posisi kalau untung. Rem itu menahan yang kedua, bukan yang pertama: sinyal RSI jual enggak jadi saran kalau diskonnya masih ≥15%, kecuali fundamentalnya rusak (atau untuk Spekulatif, katalisnya udah enggak ada).
Satu lagi yang gampang keliru: untuk Long, premium ≥25% melepas seluruh sisa, sedangkan yield <3% melepas β β dua pemicu dengan porsi berbeda, bukan satu paket. Yield yang menipis itu alasan mengurangi, bukan alasan keluar total.
| π― Rencana hari ini (08:30) | RSI Buy Alert (08:45) | |
|---|---|---|
| Isinya | saham yang saya pegang | saham yang belum saya pegang |
| Bloknya | β‘ perubahan status valuasi · JUAL · π° tangga jual · βΈοΈ sinyal jual ditahan · π di atas wajar tapi rugi · AVG DOWN · AVG UP · beli lagi separo · keputusan manual · pasangan cut loss | daftar bersinyal + valuasi, fundamental, yield band, dan buat kandidat: bandar, 52 minggu, konsolidasi, orang dalam, saham baru, rilis lapkeu |
| Grup teman | enggak ada — pribadi | versi tanpa isi portfolio, 12:30 |
Kalau ada posisi yang bersinyal beli tapi belum lewat pemicu −10%, dia enggak hilang: dicatat di kaki Rencana sebagai “Bersinyal beli tapi belum boleh menambah”. RSI Sell Alert saya matikan 30 Sep 2026 — keputusan jual buat saham yang saya pegang udah lengkap di Rencana.